Intip Lebih Dalam Mengenai Pajak Influencer Online

Berawal dari sekedar hobi mengunggah foto menarik dan membuat video tutorial atau travelling, kini pekerjaan tersebut berubah menjadi pekerjaan profesional yang bahkan memiliki agensi khusus dan penjadwalan rapi layaknya seorang artis.

Dengan hasil yang menjanjikan, para influencer pun mulai mencari keuntungan hingga puluhan juta rupiah hanya dari satu endorsement saja. Tidak aneh, ini dikarenakan banyak pemilik brand yang ingin produknya dikenal sehingga menggunakan jasa digital marketing agency dalam mencari endorser.

Ada beberapa cara seorang influencer dan Youtuber bisa mendapatkan uang, yaitu endorsement, Google Adsense, dan Youtube. Jika Anda masih bingung dengan istilah ini, mari kita kupas satu per satu.

Sumber Penghasilan Para Influencer dan Youtuber

Endorsement adalah jasa paling umum ditawarkan oleh para Influencer dan Youtuber. Karena Endorsement adalah jasa utama yang ditawarkan, maka kegiatan ini menjadi sumber uang bagi para Influencer.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan jasa ini, jika Influencer tergolong dalam tipe mikro, maka biasanya Influencer tersebut akan mendekati klien. Sedangkan untuk Influencer dengan tipe makro, normalnya sudah memiliki manajemen yang bisa dihubungi oleh para klien. Biaya yang dipatok tentunya akan berbeda. Hal ini akan dinilai dari jumlah engagement, followers, serta seberapa impactful Influencer tersebut dengan para audiens.

Google Adsense biasanya digunakan oleh para blogger dan Youtuber untuk mendapatkan pundi-pundi uang. Jika Anda bekerja di bidang digital marketing, maka istilah ini tentu tak asing lagi di telinga Anda. Google Adsense adalah sejenis banner yang muncul di bawah video secara random saat video berlangsung. Sama halnya dengan blog, Google Adsense akan diletakkan di sebuah blog (yang biasanya sudah memiliki banyak viewers) dan ketika audiens meng-klik banner tersebut, maka ia akan mendapatkan uang dari Google.

Youtube merupakan platform yang digunakan oleh para Youtuber untuk menampilkan konten yang sudah mereka buat. Semakin tinggi viewers dalam Channel Youtube mereka, maka semakin tinggi pula Youtube memberikan uang kepada Youtuber.

Besar Pajak yang Harus Dibayarkan

Akibat regulasi perpajakan yang masih “abu-abu” atau belum jelas terhadap YouTuber, akhirnya ada berbagai metode penghitungan PPh bagi para YouTuber ini.

  • Berdasarkan PER-17/PJ/2015

Merujuk pada Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 tentang norma penghitungan penghasilan neto, perhitungan pajak YouTuber dan Influencer bisa masuk dalam dua opsi. Opsi pertama adalah kegiatan hiburan, seni, kreativitas lainnya, dengan besaran norma yang dikenakan sebesar 35%. Sedangkan opsi yang kedua adalah kegiatan pekerja seni, besaran norma yang dikenakan sebesar 50%.

  • Berdasarkan PPh Final

Selain menggunakan Peraturan Dirjen Pajak, metode kedua adalah dengan perhitungan PPh Final 0.5% yang merujuk pada Pajak Penghasilan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 mengenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Sayangnya, angka penghasilan seorang Youtuber dan Influencer tidak dapat dijadikan sebuah patokan. Ini dikarenakan algoritma yang digunakan secara universal sangat berbeda. Itu artinya, angka penghasilan para Youtuber tidak bisa disamaratakan dengan yang ada di dunia. Padahal tarif para Youtuber berbeda-beda di setiap negara.

  • Berdasarkan penghitungan pajak secara umum dengan mengadakan pembukuan

    Untuk cara terakhir ialah dengan menggunakan skema penghitungan pajak secara umum. Syaratnya para Youtuber harus mengadakan pembukuan terlebih dahulu. Risikonya adalah Youtuber harus menghitung setiap biaya yang mereka keluarkan mulai dari biaya produksi hingga nilai ide yang mereka buat. Namun langkah ini dinilai sangat sulit untuk diaplikasikan, pasalnya sebuah ide tentu tidak bisa dinilai dengan uang. Setuju?

Itulah beberapa ulasan penting mengenai pajak Influencer dan Youtuber. Perlu diperhatikan bahwa seorang Youtuber dan Influencer mampu menghasilkan lebih dari ratusan juta per bulannya, dan membayar pajak adalah kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh seluruh pekerja di Indonesia. Jika dirasa membingungkan dari sisi teknis, tidak ada salahnya menggunakan jasa konsultan pajak untuk memastikan pajak sudah dibayarkan secara benar dan tepat.

Walaupun hingga saat ini belum ada perhitungan khusus mengenai pekerjaan ini, tak ada salahnya jika Influencer dan Youtuber juga bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat bukan hanya dalam bidang kreatif namun juga dalam menjalankan kewajibannya kepada negara.