Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear

Pap smear merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi kanker serviks. Menurut penelitian, pap smear dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut hingga 80%. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual.

Menurut American Cancer Society, setiap wanita berusia 21-29 tahun disarankan untuk Pap smear sebanyak satu kali dalam tiga tahun, terlebih bila dirinya sudah aktif secara seksual. Untuk wanita yang berusia 30-65 tahun, pap smear dapat dilakukan tiga tahun sekali disertai tes DNA HPV.

Anda tidak perlu melakukan pap smear lagi setelah mencapai usia 65 tahun atau lebih. Terutama bila tidak didapatkan riwayat perubahan sel serviks sedang hingga berat atau kanker serviks.

Mengenal Tes IVA dan Pap Smear, Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, tetap direkomendasikan untuk melakukan pap smear. Karena walau infeksi virus HPV berperan besar dalam kanker serviks, masih ada faktor risiko kanker serviks lainnya, seperti merokok, sistem kekebalan tubuh yang menurun, dan riwayat kanker serviks dalam keluarga.

Sebelum pemeriksaan Pap smear, siapkan diri Anda dengan baik. Untuk menjalani pap smear, pastikan Anda tidak sedang menstruasi, tidak melakukan hubungan seksual selama dua hari sebelum pemeriksaan, dan tidak menggunakan pembersih vagina yang dapat mengubah kandungan cairan vagina. Penggunaan alat kontrasepsi seperti krim dan jeli juga sebaiknya dihindari selama dua hari sebelum pemeriksaan.

Umumnya prosedur pap smear tidak menimbulkan rasa nyeri, walau dapat membuat kurang nyaman. Pemeriksaan pap smear tergolong akurat untuk mendeteksi kanker serviks. Namun, seperti tes lainnya, hasilnya bisa saja kurang akurat karena beberapa faktor. Misalnya jika Anda melakukan hal yang semestinya dihindari sebelum pemeriksaan. Untuk itu, persiapkan diri Anda dengan baik sebelum pap smear.