5 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah Untuk Pemula
5 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah Untuk Pemula

5 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah Untuk Pemula

152 View

megindo.co.id – Hallo sobat bisnis apa kabar? Berjumpa kembali bersama admin yang dimana pada kesempatan kali ini, admin akan berbagi informasi tentang 5 Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah Untuk Pemula.

Pasalnya, budidaya ikan lele bisa menjadi suatu bisnis perikanan yang potensial. Mengingat jumlah permintaan ikan lele di pasaran cukup tinggi, maka kamu tak perlu khawatir akan kesulitan menjual lele hasil panen. Terlebih budidaya lele cukup mudah dilakukan dan tidak memerlukan modal yang besar.

Meski begitu, supaya budidaya berjalan lancar hingga masa panen, maka kamu harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan, serta bagaimana cara perawatannya.

Baca Juga :

Untuk panen sendiri, ikan lele dapat dipanen menyesuaikan dengan tujuan budidaya serta permintaan konsumen. Bagi kamu yang ingin memulai usaha budidaya lele, simak panduan memulainya berikut ini.

1. Mempersiapkan Modal

Pertama yang harus kamu persiapkan adalah modal. Modal awal budidaya lele tidak harus besar. Dengan modal Rp 2-5 juta saja kamu sudah bisa mulai melakukan usaha ini. Yang pasti sebelumnya kamu sudah melakukan perencanaan dan perhitungan anggaran secara tepat, di antaranya:

  • Menyewa atau membeli lahan.
  • Membuat kolam
  • Membeli benih atau bibit lele.
  • Membeli pakan
  • Biaya operasional (listrik, air, gaji karyawan, dsb.)

2. Membuat Kolam

Kolam apa saja bisa digunakan untuk budidaya lele. Umumnya adalah kolam semen dan kolam terpal. Untuk pengeluaran yang lebih hemat, kamu bisa gunakan jenis kolam terpal. Untuk membuat kolam terpal, kamu hanya membutuhkan terpal dengan ukuran cukup besar dan tebal, serta rangka terbuat dari bambu, kayu, atau papan yang kuat.

Bentuk terpal menjadi kolam dalam bentuk bundar. Setelah itu isi kolam dengan air hingga mencapai kedalaman 30-40 cm, dan tambahkan pupuk kandang yang dibungkus kampil ke dalam kolam, biarkan sehari saja. Terakhir, air diberi probiotik, lalu biarkan selama seminggu sebelum digunakan.

3. Memilih Bibit Unggul

Selanjutnya lakukan pemilihan bibit indukan lele yang sehat dan berkualitas. Untuk pejantan, pilih yang memiliki kepala cenderung pipih, warna lebih hitam, bentuk perutnya ramping, serta lincah. Sedangkan untuk induk betina, pilih yang memiliki kepala cembung, ukuran perut lebih besar dari punggung, dan gerakannya lebih lambat.

4. Memindah Benih

Indukan lele yang dipilih akan melakukan perkawinan dan menghasilkan anakan. Anakan inilah yang akan kamu rawat sampai usia panen. Benih-benih ikan lele kemudian dipindahkan ke kolam khusus untuk dibesarkan.

Setelah ukurannya sudah lebih besar, benih lele kemudian dipindah ke kolam utama. Cara memidahkannya adalah menggunakan ember yang sudah diisi air kolam. Biarkan beradaptasi sambil airnya dikurangi sebanyak 10-20 cm. Setelah 24 jam, pindahkan benih ke kolam utama.

5. Memberi Pakan

Dan terakhir adalah pemberian pakan. Pakan diberikan rutin sebanyak 3 kali dalam sehari, yaitu pagi pukul 7, sore pukul 5, dan malam pukul 10. Berikan porsi secukupnya saja. Hindari memberi makan terlalu berlebihan karena dapat menimbulkan penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *